Monday, December 26, 2011
Sabar Menghadapi Cobaan Allah
Posted by Debian at 7:38 PM 0 comments
Labels: Renungan
Ketika Melakukan Dosa
“Tidak ada seorang hamba berbuat sesuatu dosa, lantas berwudhu dengan sempurna, kemudian berdiri untuk melakukan shalat dua rakaat, kemudian membaca istighfar, melainkan pasti di ampuni dosanya”. (HR. Abu Dawud 2/86 dan Tirmidzi 2/257).
Posted by Debian at 7:04 AM 0 comments
Labels: Renungan
Puisi Cinta
tak terasa waktu begitu cepat berlalu,
kini kaupun tlah bersemayam di dalam lubuk hati ku,
se jujur,a hati ini tak dapat ku ingkari,
di setiap waktu ku selalu merindukan mu,
ku tak pernah berharap kau kan pergi jauh tinggalkan ku,
karna sesungguhnya di hati ku..
hanyalah kamu untuk selamanya,,
Posted by Debian at 6:38 AM 2 comments
Labels: Puisi
Cinta Sejati
lama waktu,,
telah berlalu,,
tak berkurang rasa cintaku,,
sedikitpun ,,tak ada ragu ,,
menjadikanmu pendampingku,,
ada yg menggebu,, da dalam hatiku ,,
saat semuanya ,,ada dalam dirimu,,
bersandar jiwaku ,,hangatt
pelukmu ,,aku tak ingin
pergi meninggalkan mu,,
temaniku ,bahagiyakan aku
hingga lepas nafasku & cintai aku sepenuh hatimu ,,
takkan pernah hatiku INGIN melepas mu ,,
karna kau yg terbaik dalam hidupku..
Posted by Debian at 6:32 AM 0 comments
Labels: Puisi
I Miss U
Aku datang ke tempat ini hanya untuk melihatmu.
Karena di dalam jiwaku yang lemah ini
aku bisa mendapatkan kekuatan baru dalam menghadapi hidup darimu.
Apakah kamu masih ingat hari pertama kita bertemu?
... Ketika lingkaran ruh mengitari kita dan malaikat cinta
melayang di udara sambil menyanyikan lagu indah untuk jiwa kita?
Dimana hari-hari berlalu laksana mimpi dan malam-malam layaknya pesta
pora.
Engkau adalah perempuan pertama yang mampu menggugah
perasaanku dengan kecantikanmu dan meluluhkan aku dalam kasih yang
agung.
Engkau adalah seseorang yang dapat mengajariku memuji
keindahan dengan pancaran kelembutan
dan menguak rahasia cinta bagiku dengan cintamu.
Di hadapanku telah terbentang sebuah kehidupan
yang mampu aku hias menjadi sesuatu yang lebih indah,
kehidupan yang telah terbangun sejak pertama
kali kita bertemu dan akan terus ada hingga akhir zaman.
Berhentilah sejenak, biarkan aku memandang wajahmu
dan memandangi diriku sekejap,
mungkin aku dapat mempelajari rahasia-rahasia
hatimu melalui tatapanmu yang misterius.
Tuhan telah memberimu jiwa dengan sayap di atasnya untuk
mengarungi cakrawala tanpa tepi demi cinta dan kebebasan.
Kesetiaan tak akan memiliki makna apapun jika tidak di rangkai dalam
cinta,
sebab cinta itu sendiri adalah wujud kesetiaan yang paling sejati.
Hatiku menolak untuk menyembunyikan rahasia darimu.
Karena semua yang aku lakukan adalah untukmu.
Jika kamu tahu sebenarnya aku Kangen kamu dan kata kangen itu lah yang
kamu genggam selama ini untuk ku.
Posted by Debian at 6:19 AM 0 comments
Labels: Syair
Renungan Cinta
yang seterusnya adalah satu keperluan karena hidup tanpa cinta
bagaikan masakan tanpa garam. Karena itu jagalah cinta yang
dianugerahkan itu sebaik-baiknya agar ia terus mekar dan wangi
sepanjang musim.
Kecewa bercinta bukan berarti dunia sudah berakhir. Masa depan yang
cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan. Kamu tidak
dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu sampai kamu melupakan
kegagalan kamu dan rasa kekecewaan itu.
Hanya diperlukan waktu semenit untuk menafsir seseorang, sejam untuk
menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi
diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.
Hidup tanpa cinta sepeeti makanan tanpa garam. Oleh karena itu,
kejarlah cinta seperti kau mengejar waktu dan apabila kau sudah
mendapat cinta itu, jagalah ia seperti kau menjaga dirimu.
Sesungguhnya cinta itu karunia Tuhan Yang Maha Esa.
Cintailah orang yang engkau kasihi itu sekedranya, mungkin saja dia
akan menjadi orang yang kau benci pada suatu hari kelak. Juga bencilah
terhadap orang yang kamu benci itu sekedarnya, barangkali dia akan
menjadi orang yang engkau kasihi pada suatu hari nanti.
Janganlah kau tangisi perpisahan dan kegagalan bercinta, karena pada
hakikatnya jodoh itu bukan ditangan manusia. Atas kasih sayang Tuhan
kau dan dia bertemu, dan atas limpahan kasih-Nya jua kau dan dia
dipisahkan bersama hikmah yang tersembunyi. Pernahkan kau berfikir
kebesaran-Nya itu?
Posted by Debian at 6:05 AM 0 comments
Labels: Kata-kata Motivasi, Renungan
Sunday, December 25, 2011
Sajak Kehidupan
Ketika engkau berjalan melalui badai
Tegakkan kepalamu tinggi-tinggi
Dan jangan takut gelap
Ketika badai berakhir
Akan ada langit keemasan
Dan lagu manis dari burung perindu
Teruslah berjalan melewati angin
Teruslah berjalan sampai matahari terbit
Teruslah berjalan melewati hujan
Meskipun mimpimu terlempar dan terhempas
Terus jalan, terus jalan dengan harapan di hatimu
Dan engkau tak akan berjalan sendiri
Bila ingin melihat pelangi,
Bersiaplah menghadapi gerimis dan hujan.
Jika kita terus bersama
Aku tahu mimpi tak akan pernah pupus
Ketika kita dalam gelap
Akan kita temukan matahari
Dalam gelap kita temukan cahaya
Menghangati hati kita, siapa saja.
Jauh dalam keheningan kudengar engkau berdoa
Dan kau mengawasiku dari atas sana
Terbangkan aku ke sebuah nirwana di atas sana
Di luar cakrawala yang jauh
Keagungan Allah-lah yang mengajar hatiku untuk merasakan
Dan oleh karena keagungan-Nya ketakutanku akan sirna.
Posted by Debian at 2:29 AM 1 comments
Labels: Sajak
Syair Cinta
Semoga, sayap patahku
cukup menghangatkan hatimu
Yang melambungkan bahagiaku,
meneduhkan di saat diri telah merapuh
Kini kumengerti arti penantian
memahami makna gelombang sebelum daratan
saat ksatria kejora memanah mendung di angkasa
derai tawaku menjadi bintang di langit terang
binar mataku cahaya di jiwanya
engkaulah labuhan hatiku
Posted by Debian at 2:13 AM 0 comments
Labels: Syair
SYAIR-SYAIR KEHIDUPAN
Dahulu jiwa tercipta tidak ada yang percaya
Bahwa jiwa akan berbuat Aniaya terhadap sesama
Atas kasih sayang jiwa menjadi mulia
Semesta sujud berikan penghormatan
Jiwa turun kedunia karena wanita
Karena wanita jiwa mengerti arti bahagia
Wanita dicipta untuk jiwa agar memahami arti cinta
Dgn cinta jiwa mengerti bahwa jiwa adalah seorang hamba
Cinta bukan memiliki akan tetapi hanya ingin dimiliki
Biarlah cinta yang membawa jiwa kepada pemiliknya
Hanya Tulus dan Ikhlas yang membuat cinta itu bermakna
Karena Cinta telah cukup untuk cinta
Yang Maha Esa Mencipta alam semesta
Yang Maha Esa Mencipta manusia bukan dengan sia-sia
Tetapi hanya ingin menunjukkan apa itu bahagia
Agar manusia mengerti bahwa ia adalah seorang hamba yang memiliki Raja
Manusia turun kebumi untuk diuji
Untuk menjadi manusia sejati
Muliakan hati untuk mendapatkan derajat tertinggi
Menjadi kekasih yang dikasihi dan diberkati
Apakah Dunia tak seindah rupanya
Menipu dan memperdaya selama hidupnya?
Dunia ini telah menenggelamkan manusia, begitu kejamkah dunia ?
Sesungguhnya dunia dicipta untuk melayani dan dilayani, akan tetapi manusia sendiri yang tak tau diri,Egois bahwa manusia paling sempurna.
Bencana alam terjadi bukan karena usia dunia yang sudah tua
Tetapi manusia yang berbuat semena - mena terhadapnya
hanya ingin dilayani tetapi tidak ingin melayani
bencana tercipta karena manusia lupa hingga Yang Maha Murka
Hanya jiwa yang mengerti jiwanya
Hanya Jiwa yang sadar dapat mengerti jiwanya
Bahwa jiwa tidak selamanya didunia
Bahwa usia telah berkurang dalam dunianya
Jiwa tercipta untuk menjadi bahagia dan merdeka
Jiwa merdeka, hanya ikhlas yang ada
Saat Yang Maha berkata Inilah saatnya engkau kembali
Jiwa Pasrah dan rela hanya terucap kata
"LAILLAHA ILLAALLAAHU WALAQUWWATA ILLA BILLAH"
Amin.........................
Assalamualaikum ucap jiwa dalam hati
Jiwa Panjatkan doa sekedar berharap kepada ilahi
Mengetuk pintu sebagai tamu
Berharap diterima sebagai tamu yang diharapkan.
Oh, Pantaskah aku bertamu dengan ini?
Tanpa busana kebanggaan yang melekat pada diri
Akankah jiwa dihormati dan tidak dipandang setengah hati
Kukatakan padamu bahwa tuanku seorang pemurah hati.
Kemewahan tidak membuat jiwa mulia
Tanpa busana pun manusia bisa menjadi mulia
Bukankah jiwa datang tanpa harta?
Dan tahukah kamu harta apa yang paling mulia?
Sang Maha mewariskan Surga dan neraka
Bagi Hamba Yang bertaqwa dan durhaka
Puja dan Puji Bagi sang Maha
Engkau adalah Keadilan ilahi
Engkau cipta sang kaya dan kaum papa
Agar mereka bisa memberi dan menerima
Perbedaan yang berarti sama
Bahwa mereka sebenarnya tiada memiliki apa-apa
Benakku bertanya? Kenapa jiwa harus tercipta?
Kenapa jiwa tercipta kalau hanya untuk tiada?
Yang Maha berkata tidaklah kucipta semua ini dengan sia-sia
Apa maksud ini semua?
Semua jiwa pasti bertanya, siapakah aku yang sebenarnya?
Kenapa aku berada, dan kenapa aku harus tiada?
Tidakkah jiwa berpikir kenapa jiwa datang kedunia?
Pernahkah jiwa mendengar Yang Maha berkata
"KUCIPTAKAN JIN DAN MANUSIA HANYA UNTUK MENYEMBAH KEPADAKU"
Ku katakan kebenaran sejati, Ku katakan tujuan hidup sejati
Bahwa manusia hanya dicipta untuk menyembah kepada Sang Maha
Posted by Debian at 2:09 AM 0 comments
Labels: Syair
Friday, December 23, 2011
Allah Mengajarkan Cinta
Pernahkah hatimu merasakan kekuatan mencintai
Kamu tersenyum meski hatimu terluka karena yakin ia milikmu,
Kamu menangis kala bahagia bersama karena yakin ia cintamu
Cinta melukis bahagia, sedih, sakit hati, cemburu, berduka
Dan hatimu tetap diwarnai mencintai, itulah dalamnya cinta
Pernahkah cinta memerahkan hati membutakan mata
Kepekatannya menutup mata hatimu memabukkanmu sesaat di nirwana
Dan kau tak bisa beralih dipeluk merdunya nyanyian bahagia semu
Padahal sesungguhnya hanya kehampaan yang mengisi sisi gelap hatimu
Itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsunya
Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia
DitulisNya ketika mencipta makhluk-makhlukNYA di atas Arsy
Cinta dengan ketulusan hati mengalahkan amarah
Menuju kepatuhan pengabdian kepada Allah dan Rasulnya
Dan saat pena cinta Allah mewarnai melukis hatimu,
satu jam bersama serasa satu menit saja
Ketika engkau memiliki cinta yang diajarkan Allah
Kekasih menjadi lentera hati menerangi jalan menuju Illahi
Membawa ketundukan tulus pengabdian kepada Allah dan RasulNya
Namun saat cinta di hatimu dikendalikan dorongan nafsu manusia
Alirannya memekatkan darahmu membutakan mata hati dari kebenaran
Saat kamu merasakan agungnya cinta yang diajarkan Allah
Kekasih menjadi pembuktian pengabdian cinta tulusmu
Memelukmu dalam ibadah menuju samudra kekal kehidupan tanpa batas
Menjadi media amaliyah dan ketundukan tulus pengabdian kepada Allah
Itulah cinta yang melukis hati mewarnai kebahagiaan hakiki
Agungnya kepatuhan cinta Allah bisa ditemukan dikehidupan alam semesta
Seperti thawafnya gugusan bintang, bulan, bumi dan matahari pada sumbunya
Tak sedetikpun bergeser dari porosnya, keharmonisan berujung pada keabadian
Keharmonisan pada keabadian melalui kekasih yang mencintai
Karena Allah adalah kekasih Zat yang abadi
Cintailah kekasihmu setulusnya maka Allah akan mencintaimu
Karena Allah mengajarkan cinta tulus dan agung
Cinta yang mengalahkan Amarah menebarkan keharmonisan
Seperti ikhlas dan tulusnya cinta Rasul mengabdi pada Illahi
Itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki
Posted by Debian at 3:17 AM 0 comments
Labels: Renungan
Thursday, December 8, 2011
Puisi Rindu
Tentang Rindu
Jika bintang-bintang sudah tidak dapat lagi menemani
Biarlah ku nikmati kesunyian ini
Jika puisi indah sudah tak dapat lagi mewakili perasaan ini
Biarlah ku nikmati kehampaan ini
Mungkin air mata yang tulus
Akan lebih bermakna daripada tawa penuh dusta
Semoga kerinduan ini kan segera berakhir
Seiring ku dapatkan kerinduan baru yang lebih bermakna
Dan dapat membuat ku bahagia
Kerinduan
Meski sejenak bertemu, aku bahagia bisa kembali melihatmu
Di batas-batas kerinduan dan kehampaan tak terasa airmata menetes di pipiku
Hati yang mati suri, tiba-tiba terjaga dan berkata bahwa sesungguhnya rasa masih ada
Baru kumengerti bahwa rasa tak pernah pergi dan sepertinya takkan terganti
Sekeras apapun kumencoba, selemah apapun daya tuk mengingatnya
Hati miliki pilihannya sendiri yang tak bisa diatur oleh akal
Kukira aku sudah berhenti berharap di sekian waktu yang lalu
Kukira aku tak punya lagi hasrat untuk bertemu
Kukira aku takkan lagi melihatmu seindah seperti dulu
Hingga kemarin aku tahu bahwa segalanya tak ada yang berubah
Hanya setumpuk perkiraanku saja yang salah
Cinta dan Rinduku Padamu
Adakah engkau disana sepertiku
Memasuki dunia hayalanku yang mencaci
Aku berhayal berduaan dengan mu
Dimana aku dapat tertawa bersamamu, menggenggam tanganmu
Wahai cintaku disana
Mengapa kau tak mengenaliku
Kau tak tahu apa yang ada di hatiku
Kau tak tahu jika aku memandingi wajah indahmu
Adakah engkau disana sepertiku
Yang tidak sadarkan diri akan cinta yang bersemi
Yang tak mampu mengucapkan kedalaman kerinduan
Saat berhadapan dengan mu
Aku yang terkurung di ruang cinta dan kerinduan ku
Tak dapat berucap padamu, bahkan walau telah menyentuhmu
Setiap menatap matamu terasa menusuk ke jantung hati ku
Engkau cintaku, cinta terpendamku
Engkau rinduku, rindu tak bertuanku.
Rindu
Akan ke manakah angin melayang
Tatkala turun senja nan muram
Pada siapa lagu kuangankan
Kelam dalam kabut rindu tertahan
Datanglah engkau berbaring di sisiku
Turun dan berbisik tepat di sampingku
Belenggulah seluruh tubuh dan sukmaku
Kuingin menjerit dalam pelukanmu
Akan kemanakah berarak awan
Bagi siapa mata kupejamkan
Pecah bulan dalam ombak lautan
Dahan-dahan di hati berguguran
Selalu Merindu
Rindu adalah tali yang tak pernah putus
Merentang di tiang hati, di tiang mimpi
Kadangkala di singgahi burung yang mengelakkan kabut
Pada pagi dingin yang mengaburkan sinar matahari
Rindu adalah tiang yang tak pernah tumbang
Tegak dilorong kehidupan, disepanjang labuh usia
Disitu tergantung lampu kenangan dan ingatan
Biarpun hari semakin tua dan kelam sudah bermula
Rindu adalah lorong yang tak pernah tertutup
Dari musim ke musim ia menjadi laluan
Pengembara yang mencari cintanya yang hilang
Disitu rumput yang telah lama bertukar warna
Bunga dan daun silih berganti segar dan kuncup
Rindu adalah musim yang tak pernah tentram
Resah datang gelisah berulang mengusik nasib
Hanya dzikir dan do’a menjadi penawar mereda pedih dan sakit
Dan sesekali puisi menjadi nyanyian yang mengharukan
Dalam senyap air mata perlahan-lahan menitik
Lagu Rindu
Teringat ucapan mu padaku
Tunggulah aku bersama cintaku dan kesetiaanku
Dan ku katakan padamu
Bahwa aku akan menunggumu
Suaramu di seberang sana
Mengobati rasa sakit karena rindu
Rasa curiga yang berkecamuk di dada
Namun hanya sekejap saja
Aku memang menunggumu
Selalu menunggumu
Mempertahankan rindu ku
Mengagungkan cinta ku
Aku ingin kaupun begitu
Tetap merindui ku
Mengingat setiap waktu yang telah kita lalui
Dan akan kembali kepadaku lagi
Untuk Ku
Lidah membuat kita terluka
Hingga…
Ego membuat kita terpisah
Aku pergi ke heningan malam
Engkau pergi ke ujung jalan
Tanpa menoleh lagi kebelakang
Di tepi pasir putih ini
Aku kembali merenungimu
Mengapa pengorbanan untuk cinta kita
Tak di anggap ada
Aku kembali kesini
Tempat di saat kita berpisah
Karena rinduku padamu
Berharap kau berfikiran sama
Kembalilah untukku dari ujung jalan sana
Senja Yang Indah
Saat matahari mulai terbenam
Aku melihatmu tersenyum di sampingku
Aku tak berkedip menatap matamu
Bagiku, matamu begitu sempurna
Hari itu
Aku merasakan denyut nadimu
Detakan keras jantungmu
Harum nafasmu
Juga hangat cintamu
Kini tentangmu kujadikan crita sebelum tertidur
Ku jadikan bayang kerinduan sebelum terlelap
Dan Ku jadikan Pelabuhan di alam mimpi
Jiwa ini, Hati ini, Hidup ini begitu merindukanmu
Engkau adalah kisah terindahku
Yang Terjadi
Apa yang akan terjadi pada Diri
Sudah tertulis di Kabut Gunung Giri
Walau seperti menguap di Tengah Hari
Itu masih nyata tertera di Cosmic Memory
Tapi aku harus terus Menyanyikan Lagu
Itulah hiburan melepas Rindu Kalbuku
Rindu kepada yang pernah menemaniku semasa waktu
Kepada Dia yang membuatku terlena
Aku tak mampu
Membuat jadi lebih baik seseorang
Biar kubaca Puisi hanya untuk Batu Karang
Karena Rinduku kepadaNya, Dulu dan Sekarang
Posted by Debian at 12:17 AM 2 comments
Labels: Puisi